Penerapan Pendidikan Lalu Lintas di SMP Negeri 10 Yogyakarta

Pendidikan Lalu Lintas atau Pendidikan Etika Berlalu Lintas sudah bukan hal baru di Yogyakarta. Komitmen terhadap kesadaran berkendara ini dikembangkan pertama kali pada 2010 oleh PT Astra Honda Motor AHM dan Yayasan Astra Honda Motor YAHM bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DI Yogyakarta dengan menyusun kurikulum pembelajaran etika berlalu lintas. Sejak saat itu ada beberapa sekolah yang menjadi model penerapan pembelajaran etika berlalu lintas di Yogyakarta.

Pada tahun 2013 ini, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memprogramkan Pembinaan Pendidikan Lalu Lintas melalui mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Program tersebut sebagai implementasi kesepahaman bersama antara Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia dengan Kepala Kepolisian Negera Republik Indonesia Nomor 03/III/KB/2010 dan Nomor B/9/III/2010 tentang Mewujudkan Pendidikan Berlalu Lintas dalam Pendidikan Nasional. Salah satu bentuk kegiatannya adalah Diseminasi Pendidikan Lalu Lintas melalui Pendidikan Kewarganegaraan untuk satuan pendidikan dasar.

Disiplin berlalu lintas merupakan kewajiban bagi seluruh warga negara Indonesia, baik sebagai individu maupun masyarakat. Oleh sebab itu, pembinaan disiplin berlalu lintas merupakan hal yang harus dilakukan kepada seluruh warga masyarakat. Pembinaan disiplin berlalu lintas dapat dilakukan melalui pendidikan formal maupun nonformal, di sekolah maupun di masyarakat.

Salah satu tempat terbaik untuk pembinaan disiplin berlalu lintas adalah di sekolah karena salah satu sasaran pendidikan di sekolah adalah untuk membentuk sikap disiplin. Selain itu, sekolah diharapkan berperan dalam mewujudkan dan memelihara keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Dalam hal ini, siswa dijadikan target agar bersama-sama masyarakat menjadi pelaku lalu lintas yang tertib mematuhi ketentuan sebagai pengguna jalan dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

Selama ini, pendidikan lalu lintas di SMP Negeri 10 Yogyakarta sudah dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:

  1. Diintegrasikan pada berbagai mata pelajaran
  2. Melalui pengarahan dari kepolisian pada saat upacara bendera
  3. Melalui pengarahan dari kepala sekolah maupun guru pada saat upacara bendera
  4. Melalui pengarahan dari kepala sekolah pada saat kegiatan MOS
  5. Melalui kegiatan Pramuka

Pada tahun 2014, pendidikan lalu lintas di SMP Negeri 10 secara khusus akan diintegrasikan melalu pelajaran PKn. Pengintegrasian tersebut akan disesuaikan dengan rambu-rambu yang sudah disiapkan oleh Direktorat. Guru mata pelajaran PKn diharapkan menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang di dalamnya secara eksplisit mengandung pendidikan lalu lintas. Semoga bermanfaat. (YNS, 23-11-2013)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s