Peringatan Hari Air Sedunia

air

Kita tahu bahwa semua makhluk hidup memerlukan air. Namun, dewasa ini tidak di semua tempat tersedia cukup air yang sehat untuk kebutuhan sehari-hari. Di tempat-tempat tertentu air menjadi barang yang mahal dan langka. Adanya krisis air yang terjadi di berbagai belahan bumi akhir-akhir membuat banyak pihak mulai peduli untuk merawat air yang tersedia. Salah satu bentuk kepedulian itu adalah dengan  memperingati Hari Air Sedunia sejak tahun 1992.

Secara formal hari air sedunia ini diajukan dalam agenda 21 pada pertemuan di Rio de Janeiro, Brazil di tahun1992 oleh badan PBB yang mengurusi lingkungan dan pembangunan (UNCED – United Nations Conferece on Environment and Development). Isu tersebut terus bergulir dan berkembang sejak 1993, menjadi perhatian publik dan dukungan publik sampai saat ini (http://www.hijau.or.id)

Hari Air Sedunia diperingati setiap tahun pada tanggal 22 Maret, dan pada tahun ini mengambil tema Air dan Energi. Hari Air Sedunia ditetapkan oleh PBB melalui sidang umum PBB dan diperingati oleh UNESCO setiap tahunnya. Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO berencana untuk memperingati Hari Air Sedunia 2014 dengan menyelenggarakan beberapa kegiatan yang direncanakan berupa pawai simpatik dan seminar pada bulan April 2014. (kniu.kemdikbud.go.id)

Adanya krisis air bersih di banyak tempat seharusnya membuat kita semua mulai berpikir untuk menghemat air. Diharapkan seluruh warga SMP Negeri 10 Yogyakarta juga peduli akan hal ini. Kita bisa memulainya di rumah, di sekolah, di kantor, maupun di tempat-tempat umum. Misalnya saja, dalam penggunaan air untuk mandi dan untuk keperluan sehari-hari lainnya, sebaiknya dibatasi secukupnya saja. Kita hindari meninggalkan kran air terus mengucurkan air pada saat kita tinggalkan. Kita batasi penggunaan air bersih untuk menyiram tanaman maupun halaman rumah. Kita batasi penggunaan air bersih untuk mencuci pakaian maupun peralatan dapur. Dan masih banyak cara menghemat air yang dapat kita lakukan.

Bagaimana bila di sekolah? Siapa pun itu baik guru, karyawan, maupun siswa diharapkan ikut peduli menghemat air. Bila mendengar suara air mengucur di kamar mandi padahal kamar mandi tersebut tidak sedang digunakan, kita bisa langsung mematikannya. Pada musim penghujan, pot-pot yang diletakkan di teras bisa dipindahkan di tempat terbuka agar tersiram air hujan.

Apakah pada masa yang akan datang kita maupun generasi mendatang masih bisa menggunakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari dengan mudah dan cukup melimpah seperti sekarang? Hal itu tergantung pada perilaku kita dalam menggunakan air saat ini. Kebiasaan menghemat air maupun menghemat energi (misalnya listrik, bahan bakar, dsb.) hendaknya menjadi bagian dari perilaku kita sehari-hari yang melekat dan menjadi budaya. Hal itu ikut menentukan ketersediaan air dan energi pada masa datang. Mari kita tularkan kebiasaan baik ini kepada siapa pun di sekitar kita. Dan marilah kita rayakan Hari Air Sedunia dengan berperilaku bijak dalam menggunakan air dan energi.

 

Yogyakarta, 22 Maret 2014

Kepala SMP Negeri 10 Yogyakarta

 

Dra. Yosepha Niken Sasanti, M.Pd.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s